SPPG Begadung Dua Diduga Langgar Ketentuan Menu, 94 Siswa SMAN 3 Nganjuk Alami Keracunan




Nganjuk, koranpatroli.id– Dugaan pelanggaran dalam penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung Dua diduga menyajikan menu yang tidak sesuai dengan imbauan Badan Gizi Nasional (BGN), hingga diduga berkaitan dengan kasus keracunan massal yang dialami puluhan siswa di sejumlah sekolah di Kabupaten Nganjuk.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 1 September 2026. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMAN 3 Nganjuk. Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 94 siswa mengalami keluhan pusing, mual hingga muntah setelah mengonsumsi makanan program MBG.

Para siswa yang mengalami gejala tersebut kemudian harus mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Menu MBG yang disajikan pada saat kejadian di antaranya nasi goreng, telur, ayam suwir, tahu bulat, serta sepotong semangka.

Sorotan utama tertuju pada penggunaan nasi goreng sebagai salah satu menu MBG. Pasalnya, BGN sebelumnya telah memberikan imbauan mengenai jenis makanan yang kurang disarankan untuk penyajian dalam program Makan Bergizi Gratis, salah satunya nasi goreng karena memiliki risiko tertentu dalam proses pengolahan, penyimpanan, maupun distribusinya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan kepatuhan SPPG terhadap standar penyediaan makanan MBG, khususnya dalam memastikan makanan yang diterima siswa aman dikonsumsi.

Kasus yang terjadi di SMAN 3 Nganjuk juga menambah panjang persoalan terkait keamanan makanan MBG di Kabupaten Nganjuk. Sebelumnya, dugaan gangguan kesehatan akibat makanan MBG juga sempat terjadi di wilayah lain.

Dengan munculnya kasus yang melibatkan puluhan siswa sekaligus, masyarakat meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan MBG, mulai dari pemilihan bahan dan menu, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti 94 siswa mengalami gejala tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut oleh instansi berwenang, termasuk pemeriksaan terhadap sampel makanan dan kondisi kesehatan para siswa.

Pihak terkait diharapkan segera melakukan investigasi secara transparan untuk memastikan apakah kejadian tersebut benar disebabkan oleh makanan MBG yang disalurkan SPPG Begadung Dua atau terdapat faktor lain.

(Redaksi)

No comments

Powered by Blogger.