Penuh Haru, Ribuan Warga PSHT Nganjuk Kumandangkan Hymne Saat Aksi Damai Tuntut Keadilan
Nganjuk, koranpatroli.id_Suasana haru menyelimuti aksi damai ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk yang menggelar unjuk rasa pada Selasa (4/8) menuntut keadilan atas peristiwa berdarah di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, yang menewaskan satu orang dalam perkara dugaan pengeroyokan dan pembunuhan.
Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, massa berbaju hitam memadati halaman Pengadilan Negeri Nganjuk. Mereka datang secara tertib dengan membawa berbagai poster berisi tuntutan agar proses penegakan hukum dilakukan secara adil dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.
Di tengah aksi, suasana berubah menjadi penuh haru ketika ribuan warga PSHT secara serentak menyanyikan Hymne PSHT. Lantunan lagu tersebut menggema di halaman pengadilan, diiringi sikap hormat dan doa bersama. Sejumlah peserta aksi tampak meneteskan air mata, berharap keadilan benar-benar ditegakkan dalam perkara yang menyita perhatian masyarakat tersebut.
Setelah menyampaikan orasi secara bergantian, perwakilan massa diterima untuk melakukan audiensi dengan pihak Pengadilan Negeri Nganjuk. Dalam pertemuan itu, massa menyampaikan berbagai aspirasi dan mempertanyakan putusan yang dinilai belum memenuhi rasa keadilan.
Namun, hasil audiensi dinilai belum memuaskan oleh peserta aksi. Massa kemudian bergerak secara damai menuju Kantor Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk kembali menyampaikan aspirasi.
Sesampainya di Kejaksaan Negeri Nganjuk, peserta aksi kembali menggelar orasi. Mereka meminta penjelasan terkait proses penuntutan dalam perkara tersebut sekaligus berharap aparat penegak hukum tetap berkomitmen menegakkan hukum secara objektif, transparan, dan berkeadilan.
Perwakilan warga PSHT kembali melakukan audiensi dengan jajaran Kejaksaan Negeri Nganjuk guna menyampaikan tuntutan dan mendengarkan penjelasan dari pihak kejaksaan.
Selama berlangsungnya aksi, aparat kepolisian bersama petugas pengamanan tampak berjaga di sejumlah titik untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. Massa juga mengikuti arahan koordinator lapangan sehingga aksi berlangsung tertib tanpa menimbulkan gangguan berarti.
Kasus dugaan pengeroyokan dan pembunuhan yang terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, sebelumnya menjadi perhatian publik karena melibatkan sejumlah terdakwa, termasuk anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).
Perkara tersebut kini masih menjadi sorotan masyarakat, khususnya keluarga korban dan warga PSHT yang terus mengawal proses hukumnya hingga memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap.
Melalui aksi damai tersebut, warga PSHT berharap seluruh proses hukum dapat berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan keadilan bagi semua pihak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Editor : Redaksi

No comments