Dari Pendukung Jadi Pelapor, Warga Nganjuk Tagih Kepastian Pengembalian Uang
Sutedjo
Nganjuk, koranpatroli.id– Hubungan kedekatan antara seorang warga dengan anggota DPRD Kabupaten Nganjuk berinisial A berujung persoalan hukum. Warga bernama Sutedjo mengaku kecewa lantaran janji pengembalian uang yang telah ditunggu selama hampir dua tahun belum juga terealisasi sepenuhnya.
Sutedjo menuturkan, dirinya bukan orang asing bagi A. Ia bahkan mengaku pernah ikut membantu saat proses Pemilihan Legislatif berlangsung beberapa tahun lalu.
"Karena merasa kenal dekat dan pernah membantu saat pencalonan, saya percaya,” ujarnya saat ditemui.
Rasa percaya itu, lanjut dia, menjadi alasan dirinya menyerahkan BPKB mobil miliknya pada tahun 2023. Namun seiring waktu berjalan, persoalan justru semakin berlarut tanpa kepastian penyelesaian.
Menurut pengakuannya, berbagai alasan kerap disampaikan A setiap kali dirinya menanyakan penyelesaian kewajiban tersebut. Mulai alasan menunggu pelantikan anggota dewan hingga menunggu pencairan dana.
"Jawabannya selalu nanti, sabar, tunggu dulu. Begitu terus,” katanya.
Sutedjo mengaku masih menyimpan seluruh komunikasi melalui pesan WhatsApp sebagai bentuk dokumentasi. Ia menyebut percakapan itu penting apabila nantinya diperlukan dalam proses hukum.
"Semua chat masih ada. Jadi kalau suatu saat dibutuhkan, saya punya bukti komunikasi,” tegasnya.
Di tengah persoalan tersebut, Sutedjo mengatakan dirinya sempat menerima beberapa kali pembayaran. Namun jumlahnya dinilai belum sebanding dengan total kewajiban yang disebut mencapai Rp160 juta.
"Kalau ditotal baru sekitar Rp15 juta yang kembali,” ujarnya.
Ia juga menyinggung bahwa pembayaran mulai dilakukan setelah laporan kepolisian dibuat.
"Sebelumnya belum ada itikad pembayaran. Setelah ada laporan baru ada cicilan,” ungkapnya.
Meski persoalan telah masuk ranah hukum, Sutedjo mengaku tidak memiliki keinginan lain selain uangnya kembali dan masalah segera selesai secara baik-baik.
"Saya cuma ingin hak saya kembali,” tandasnya. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, A yang telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi.
Reporter : Ester Mardiana. P

No comments