Diduga Abaikan Keselamatan, Pekerja Revitalisasi SMK Al Husna Disorot
Nganjuk,koranpatroli.id_Pelaksanaan pembangunan revitalisasi di SMK Al Husna, Kabupaten Nganjuk, menjadi sorotan terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Sejumlah pekerja diduga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat melaksanakan pekerjaan konstruksi, termasuk ketika harus bekerja pada bagian bangunan yang berada di ketinggian.
Proyek revitalisasi tersebut memiliki anggaran sebesar Rp1.764.237.000. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kegiatan tersebut mencakup renovasi empat ruang kelas, pembangunan ruang praktik, mushola, serta lima toilet.
Namun, terkait renovasi ruang kelas, Kepala SMK Al Husna Riza Fachri menjelaskan bahwa pekerjaan pada empat ruang kelas tersebut hanya dilakukan pada bagian atap.
"Untuk ruang kelas hanya atap," ujar Riza Fachri.
Meski demikian, aktivitas pekerjaan di bagian atap maupun pekerjaan konstruksi lainnya tetap menjadi perhatian dari sisi keselamatan kerja. Terlebih, pekerja terlihat harus memanjat atau berada pada posisi yang memiliki risiko jatuh dari ketinggian.
Dugaan tidak digunakannya APD secara lengkap menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar K3 dalam pelaksanaan proyek tersebut. Perlengkapan keselamatan seperti helm, sepatu keselamatan, sarung tangan dan pengaman untuk pekerjaan di ketinggian diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Dengan nilai proyek mencapai lebih dari Rp1,7 miliar, penerapan aspek keselamatan kerja diharapkan menjadi bagian penting selama proses pembangunan berlangsung. Pengawasan terhadap pekerja dan kepatuhan terhadap prosedur K3 juga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pihak pelaksana maupun pengawas proyek.
Sementara itu, pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai standar keselamatan yang diterapkan, termasuk penyediaan APD bagi para pekerja selama proses revitalisasi SMK Al Husna berlangsung.
Untuk diketahui bahwa pembangunan revitalisasi tidak melibatkan tenaga kerja dari desa tersebut melainkan dari desa lain.
"Karena cari tukang itu sulit disini, " imbuh kepala sekolah.
Konfirmasi kepada pihak pelaksana dan instansi terkait diperlukan untuk memastikan apakah seluruh prosedur keselamatan kerja dalam proyek tersebut telah dijalankan sesuai ketentuan. (est)

No comments